Dalam era kemajuan informasi
dan teknologi, siswa semakin tertekan dan terintimidasi oleh perkembangan dunia
akan tetapi belum tentu dimbangi dengan perkembangan karakter dan mental yang
mantap.
Seorang Guru Bimbingan dan
Konseling atau Konselor mempunyai tugas yaitu membantu siswa untuk mengatasi
permasalahan dan hambatan dan dalam perkembangan siswa.
Setiap siswa sebenarnya
mempunyai masalah dan sangat variatif. Permasalahan yang dihadapi siswa dapat
bersifat pribadi, sosial, belajar, atau karier. Oleh karena keterbatasan kematangan siswa
dalam mengenali dan memahami hambatan dan permasalahan yang dihadapi siswa,
maka konselor – pihak yang berkompeten –
perlu memberikan intervensi. Apabila siswa tidak mendapatkan intervensi,
siswa mendapatkan permasalahan yang cukup berat untuk dipecahkan. Konselor sekolah
senantiasa diharapkan untuk mengetahui keadaan dan kondisi siswanya secara
mendalam.
Untuk mengetahui kondisi dan keadaan siswa banyak metode dan pendekatan
yang dapat digunakan, salah satu metode yang dapat digunakan yaitu studi kasus
(Case Study). Dalam perkembangannya, oleh karena kompleksitas
permasalahan yang dihadapi siswa dan semakin majunya pengembangan teknik-teknik
pendukung – seperti hanya teknik pengumpulan data, teknik identifikasi masalah,
analisis, interpretasi, dan treatment
– metode studi kasus terus diperbarui.
Studi kasus akan mempermudah
konselor sekolah untuk membantu memahami kondisi siswa seobyektif mungkin dan
sangat mendalam. Membedah permasalahan dan hambatan yang dialami siswa sampai
ke akar permasalahan, dan akhirnya konselor dapat menentukan skala prioritas
penanganan dan pemecahan masalah bagi siswa tersebut.
Pengertian Studi Kasus Download sekarang
Comments
Post a Comment
Terimakasih telah membaca artikel ini.ketik kritik dan saran anda